Wednesday, 15 July 2026 | Login
Pertumbuhan Harga Properti Buka Peluang Ekonomi Baru

Pertumbuhan Harga Properti Buka Peluang Ekonomi Baru Featured

KORANBURUH.COM, JAKARTA – Bank Indonesia mencatat Indeks Harga Properti Residensial tumbuh 0,62 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, menunjukkan pasar properti nasional masih bertumbuh secara positif.

Pertumbuhan harga properti menjadi salah satu indikator penting perkembangan investasi dan pembangunan wilayah di Indonesia sepanjang tahun 2026 pada berbagai daerah strategis nasional.

Survei Harga Properti Residensial dilakukan Bank Indonesia terhadap pengembang di delapan belas kota besar untuk memantau perkembangan pasar properti residensial nasional secara berkala.

Data tersebut menunjukkan sektor properti Indonesia masih memiliki prospek yang menjanjikan meskipun menghadapi tantangan ekonomi dan penyesuaian kebijakan pembiayaan pembangunan nasional.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan hasil survei melalui Siaran Pers Nomor 28/97/DKom yang dirilis di Jakarta pada 8 Mei 2026.

"Harga properti residensial di pasar primer pada Triwulan I 2026 tumbuh terbatas," demikian pernyataan resmi Bank Indonesia,8 Mei 2026.

Pertumbuhan sektor properti turut dipengaruhi pembangunan infrastruktur, peningkatan konektivitas wilayah, serta pengembangan kawasan ekonomi yang semakin mendorong aktivitas investasi nasional.

Bank Indonesia juga mencatat penjualan properti residensial secara keseluruhan mengalami penurunan sebesar 25,67 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sebanyak 80,66 persen pembiayaan pembangunan properti masih berasal dari dana internal pengembang, sedangkan pembelian konsumen didominasi fasilitas Kredit Pemilikan Rumah atau KPR.

Tren harga properti nasional membuka peluang bagi investor, pengembang, kontraktor, konsultan, perbankan, dan pelaku usaha yang bergerak pada sektor pembangunan wilayah Indonesia. 

Perkembangan pasar properti tahun 2026 menunjukkan bahwa investasi dan pembangunan wilayah tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

 

(Redaksi)

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor pusat INBISNIS Group di Bali untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

Read 34 times

Related items

  • Investasi Indonesia Kian Bergairah Berkat Percepatan Pembangunan Infrastruktu

    KORANBURUH.COM, JAKARTA – Peluang investasi di Indonesia terus berkembang sepanjang 2026 seiring percepatan pembangunan infrastruktur. Kondisi tersebut memperkuat ekonomi daerah, menarik investor, serta membuka lapangan kerja baru.

    Pembangunan jalan tol, pelabuhan, bandara, bendungan, kawasan industri, dan Proyek Strategis Nasional menjadi fondasi peningkatan konektivitas sekaligus memperluas akses investasi menuju berbagai wilayah Indonesia.

    Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi Triwulan I 2026 mencapai Rp498,8 triliun, tumbuh 7,2 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya atau setara 24,4 persen target nasional.

    Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, "Capaian realisasi investasi pada triwulan I tahun 2026 tercatat Rp498,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerjanya adalah 706.569." Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers Kamis, 23 April 2026.

    Realisasi investasi tersebut mampu menyerap 706.569 tenaga kerja, meningkat 18,9 persen secara tahunan. Capaian ini menunjukkan investasi berkontribusi nyata terhadap penciptaan pekerjaan dan pemerataan ekonomi nasional.

    Peningkatan investasi turut mendorong pertumbuhan sektor pendukung, seperti konstruksi, logistik, transportasi, manufaktur, perdagangan, properti, serta layanan profesional yang menopang aktivitas pembangunan di berbagai daerah.

    Peluang terbesar dapat dimanfaatkan investor domestik dan asing, pengembang properti, kontraktor, konsultan, pemasok material, UMKM, perbankan, hingga penyedia jasa teknologi dan infrastruktur pendukung proyek.

    Perbaikan konektivitas melalui pembangunan infrastruktur juga meningkatkan daya saing kawasan, mempercepat distribusi barang, menekan biaya logistik, serta mendorong lahirnya investasi lanjutan pada berbagai sektor produktif.

    Meski prospeknya menjanjikan, pelaku usaha tetap perlu memperhatikan kepastian hukum, kesiapan lahan, pembiayaan, kualitas infrastruktur pendukung, serta ketersediaan sumber daya manusia agar investasi berkelanjutan.

    Rosan Roeslani menegaskan, "Target investasi 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun. Untuk triwulan pertama, realisasinya sudah mencapai Rp498,8 triliun atau sekitar 24,4 persen dari target tahunan." Pernyataan tersebut disampaikan pada 23 April 2026.

    Ke depan, sinergi pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan masyarakat diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur sekaligus memperkuat iklim investasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Indonesia. 

    (Redaksi)

    Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor pusat INBISNIS Group di Bali untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.