Administrator2

Administrator2

LABUANBAJOTODAY.COM, MABAR - Pesatnya perkembangan investasi dan meningkatnya aktivitas transaksi jual beli tanah di Kabupaten Manggarai Barat khususnya di kawasan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata super prioritas, telah membuka peluang ekonomi yang besar bagi masyarakat, namun dibalik itu peluang tersebut, terdapat berbagai resiko hukum yang perlu diwaspadai, terutama terkait kepemilikan tanah, tanah warisan, perjanjian jual beli, serta perlindungan hak-hak masyarakat adat dan pemilik tanah.

Melihat kondisi tersebut, INBISNIS Law Firm di bawah kepemimpinan Ellyza Zainudin.S.H.,M.H., selaku Managing Director meluncurkan program Konsultasi Hukum Gratis dan Penyuluhan Hukum Gratis, bagi masyarakat desa di Kabupaten Manggarai Barat. Program ini merupakan bentuk komitmen nyata INBISNIS Law Firm  dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat serta memberikan akses terhadap layanan hukum yang mudah dijangkau.

Dalam pelaksanaanya, tim INBISNIS Law Firm akan melakukan kunjungan langsung ke sejumlah desa untuk memberikan edukasi dan pendampingan hukum kepada masyarakat mengenai berbagai persoalan yang sering terjadi dalam bidang pertanahan dan hukum perdata.

Menurut Ellyza Zainuddin, perkembangan investasi yang masuk ke manggarai barat harus berjalan seiring dengan perlindungan hak hak masyarakat.

“Kemajuan investasi harus memberikan manfaat bag Masyarakat tanpa mengorbankan hak-hak Masyarakat. Masyarakat perlu memahami aspek hukum yang mengatur kepemilikan tanah dan transaksi pertanahan agar tidak kehilangan aset keluarga yang diwariskan secara turun temurun “ ujar Ellyza Zainuddin, Jumat (12/6).

Kami ingin memastikan Masyarakat memiliki pengetahuan yang cukup sebelum mengambil Keputusan hukum yang penting. Dengan pemahaman yang baik, Masyarakat dapat melindungi tanah dan aset keluarganya secara efektif.

Melalui Program Konsultasi Hukum Gratis, masyarakat dapat memperoleh pendampingan dan penjelasan mengenai berbagai persoalan hukum yang mereka hadapi , khususnya yang berkaitan dengan :

  • Sengketa dan perlindungan tanah warisan.
  • Pembagian dan perlindungan tanah warisan.
  • Perjanjian jual beli.
  • Perjanjian kerja sama dan kontrak.
  • Permasalahan hukum perdata lainnya.

Selain konsultasi, INBISNIS Law Firm juga menyelenggarakan Penyuluhan Hukum Gratis yang bertujuan memberikan pemahaman praktis mengenai pentingnya perlindungan hukum terhadap aset keluarga. Materi penyuluhan meliputi :

  • Pentingnya legalitas dan sertifikasi kepemilikan tanah.
  • Cara melindungi tanah warisan dan potensi sengketa.
  • Memahami isi perjanjian sebelum menandatangani dokumen hukum.
  • Risiko hukum dalam transaksi jual beli tanah.
  • Tata cara pengurusan dokumen pertanahan yang benar sesuai peraturan perundang undangan.
  • Langkah Langkah pencegahan penipuan dan pengalihan hak atas tanah yang tidak sah.

Melalui program ini INBISNIS Law Firm berharap dapat menjadi mitra masyarakat dalam memperoleh kepastian hukum serta mencegah timbulnya sengketa yang berpotensi merugikan masyarakat di kemudian hari.

Ellyza Zainuddin menegaskan bahwa pendekatan preventif melalui edukasi hukum merupakan Langkah yang paling efektif dalam melindungi hak hak Masyarakat.

“Kami percaya bahwa pencegahan selalu lebih baik dari pada penyelesaian sengketa, karena itu  edukasi hukum hukum menjadi investasi penting bagi masyarakat desa agar tanah dan aset keluarga tetap terlindungi secara hukum, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga bagi generasi yang akan datang,“ tegasnya. (Redaksi)

 

KORANBURUH.COM, LABUAN BAJO - Kawasan wisata ikonik Bukit Silvia di Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), nyaris hangus dilalap si jago merah pada Kamis (11/6/2026) siang.

Kebakaran hebat yang melanda area perbukitan dekat Hotel Ayana tersebut berlangsung selama kurang lebih empat jam, mulai pukul 11.00 Wita, sebelum akhirnya berhasil dijinakkan total pada pukul 15.00 Wita.

Respons Cepat di Medan Terjal

Informasi kebakaran pertama kali diterima oleh petugas piket Polres Manggarai Barat sekitar pukul 11.15 Wita berdasarkan laporan langsung dari warga yang melihat kepulan asap tebal membumbung dari puncak bukit.

Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang, S.I.K., menjelaskan bahwa personel gabungan langsung diterjunkan ke lokasi sesaat setelah laporan diterima guna mengantisipasi penyebaran api.

"Begitu menerima laporan dari warga sekitar pukul 11.15 Wita, kami langsung mengerahkan personel bersama armada Armored Water Canon (AWC) menuju tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran lahan," ujar AKBP Christian dalam keterangannya, Kamis malam.

Kapolres Mabar menambahkan, Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kebakaran langsung diterapkan secara ketat demi menjamin keselamatan tim evakuasi di lapangan. Langkah ini krusial karena kondisi geografis lokasi yang menantang.

"Keselamatan personel dan lokalisasi api adalah prioritas utama kami, mengingat medan lereng tebing Bukit Silvia yang sangat terjal, berbatu, dan curam," tambahnya.

Sinergi Lintas Sektor Jinakkan Api

Upaya pemadaman ini menjadi bukti solidnya sinergitas lintas instansi di wilayah Manggarai Barat. Puluhan personel gabungan bahu-membahu melokalisasi kobaran api yang merambat cepat akibat embusan angin laut yang kencang dan kondisi ilalang yang kering kerontang.

Kekuatan armada yang dikerahkan meliputi satu unit kendaraan taktis AWC dari Polres Mabar, dua unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki air bersih dari Lanal Labuan Bajo, satu unit mobil tangki air swadaya, serta dibantu oleh karyawan Hotel Ayana Labuan Bajo.

Saksi mata di lokasi kejadian, Antonius (34), menuturkan ketegangan yang sempat terjadi saat angin kencang meniup lidah api mendekati batas luar area hotel.

"Tadi angin kencang sekali, api cepat merambat ke bawah bukit yang penuh rumput kering. Untung bapak-bapak dari Polres, TNI AL, Koramil dan Damkar cepat datang membawa mobil air raksasa (AWC). Kami warga di sini juga langsung membantu menarik selang air seadanya demi menyelamatkan bukit wisata kita," ungkap Antonius.

Berkat respons cepat ini, seluruh titik api utama berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 14.05 Wita. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak ada bara api tersisa di bawah permukaan tanah yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Diduga Akibat Kelalaian Pengunjung

Meskipun sempat mencemaskan, pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka (nihil). Kebakaran ini juga berhasil disekat sebelum sempat merembet ke area komersial di sekitarnya.

AKBP Christian menjelaskan bahwa lokasi yang terbakar merupakan kawasan savana yang terletak tidak jauh dari Bandara Internasional Komodo, yang secara administratif mencakup area perbukitan di kawasan Bukit Amelia dan Bukit Silvia. Lokasi ini merupakan destinasi favorit yang kerap dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan olah TKP, kebakaran diduga kuat dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error).

"Hasil penyelidikan sementara menunjukkan adanya indikasi kelalaian pengunjung yang membuang puntung rokok dalam kondisi masih menyala secara sembarangan ke hamparan ilalang kering. Di tengah cuaca panas ekstrem seperti sekarang, tindakan sekecil itu sangat fatal dan langsung memicu kebakaran besar," katanya.

Dirinya pun mengimbau seluruh masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke destinasi super prioritas Labuan Bajo untuk lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan demi keselamatan bersama.

"Imbauan kami kepada pengunjung, agar tidak membuang puntung rokok atau membuat api secara sembarangan yang bisa memicu terjadinya kebakaran. Mohon kerjasamanya, karena kebakaran ini tidak akan mungkin terjadi jika tidak ada api yang muncul akibat kelalaian manusia," tegas Kapolres Mabar. (Redaksi)

KORANBURUH.COM, LABUAN BAJO - Citra Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas sekaligus magnet investasi internasional kini dipertaruhkan. Aktivitas pembangunan fasilitas penunjang Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan Torobembe, Waecicu, lumpuh total akibat aksi premanisme berupa penutupan jalan secara sepihak.

Kondisi yang berlarut-larut ini memicu desakan kuat agar aparat penegak hukum mulai dari Polres Manggarai Barat, Polda NTT, hingga Mabes Polri untuk segera mengambil tindakan tegas demi menjamin kondusifnya iklim investasi di kawasan tersebut.

Mandek Sejak 2025, Di mana Ketegasan Polisi?

Kasus pemblokiran jalan umum yang sudah berfungsi sosial sejak tahun 2014 ini sebenarnya bukan perkara baru. Kuasa Hukum para Investor, Elyza Zainudin, S.H., mengungkapkan bahwa tindakan yang diduga kuat bermuatan premanisme ini telah dilaporkan secara resmi ke Polres Manggarai Barat sejak 1 Agustus 2025.

Namun, hingga pertengahan tahun 2026, penegakan hukum terkesan berjalan di tempat tanpa ada tindakan konkret di lapangan.

"Kasus penutupan jalan ini telah resmi dilaporkan ke pihak Polres Manggarai Barat sejak Agustus tahun lalu. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang konkret," ujar Elyza menyayangkan mandeknya proses hukum, Rabu (3/6).

Padahal, upaya persuasif dan mediasi tingkat daerah telah diupayakan. Pada 7 Februari 2025, sebuah pertemuan sempat digelar di Aula Kantor Bupati Manggarai Barat, namun jalan buntu tetap ditemui karena tidak adanya jaminan keamanan fisik di lapangan bagi para investor.

Taruhan Citra Nasional: Mengapa Mabes Polri Harus Turun Tangan?

Skala konflik di Torobembe ini bukan lagi sekadar urusan sengketa lokal. Mengingat kawasan ini masuk dalam blueprint Proyek Strategis Nasional (PSN), pembiaran terhadap aksi premanisme ini dapat mengirimkan sinyal buruk kepada investor domestik maupun global.

Belra Mordekhai Tuahta SM, S.H., yang juga merupakan Kuasa Hukum investor, menegaskan bahwa kerugian materiil dan non-materiil yang dialami pengusaha terus membengkak. Rencana pembangunan fasilitas penunjang pariwisata premium terpaksa mandek total.

"Para pengusaha sangat mengeluh karena aktivitas investasi di lokasi PSN menjadi terhambat akibat penutupan akses jalan oleh tindakan premanisme sekelompok orang," kata Belra.

Dalam perspektif investasi, kepastian hukum adalah modal utama. Ketika Polres lokal dirasa lamban, maka sudah menjadi kewajiban bagi Polda NTT dan Mabes Polri untuk melakukan supervisi atau bahkan mengambil alih penanganan perkara ini. Respons cepat korps Bhayangkara sangat dibutuhkan untuk membersihkan praktik premanisme yang menyandera pembangunan infrastruktur negara.

Mengembalikan Fungsi Sosial dan Ketertiban Umum

Langkah hukum yang ditempuh oleh para pemilik lahan dan investor saat ini murni dilakukan demi mengembalikan fungsi sosial jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat lokal dan pelaku usaha.

"Para pemilik tanah yang juga pelaku usaha di sini telah melakukan berbagai upaya maksimal untuk pembukaan jalan tersebut. Langkah ini kami lakukan semata-mata demi menjamin ketertiban umum," tutup Belra.

Publik dan dunia usaha menanti sikap tegas Kapolres Manggarai Barat, Kapolda NTT, hingga Kapolri untuk segera membersihkan ego sektoral atau premanisme kelompok yang menghambat kemajuan pariwisata Labuan Bajo. Tanpa jaminan keamanan yang nyata, narasi Labuan Bajo sebagai "Bali Baru" yang ramah investasi hanya akan menjadi komoditas retorika belaka. (Redaksi/ HS)

 

INBISNIS.ID, JAKARTA - Di tengah ketatnya persaingan dunia usaha modern, sebuah perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari seberapa besar profit yang mereka hasilkan, melainkan dari fondasi nilai yang mereka pegang teguh.

Fondasi inilah yang membentuk karakter, dedikasi, serta kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan para mitra bisnis. Bagi INBISNIS, ekosistem bisnis yang bergerak dinamis mulai dari Agen Properti, Management, Development, Law Firm, Tour & Travel, hingga layanan Media Online, keberhasilan tersebut berakar pada sebuah budaya kerja unik yang dikenal sebagai "THE INBISNIS Way".

Bukan sekadar slogan pajangan di dinding kantor, "THE INBISNIS Way" adalah kompas moral dan operasional yang diakronimkan secara apik dari nama perusahaan itu sendiri: I-N-B-I-S-N-I-S. Budaya kerja inilah yang menyatukan ratusan talenta di dalamnya untuk bergerak dalam satu visi yang sama.

CEO INBISNIS, Rudi Sembiring Meliala, mengungkapkan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada kedisiplinan mengejawantahkan nilai-nilai ini di setiap tindakan nyata.

"Budaya kerja bukan sekadar aturan tertulis, melainkan urat nadi dari setiap keputusan yang kita ambil. Di INBISNIS, kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis sangat bergantung pada kepercayaan. Ketika setiap personel bergerak dengan landasan integritas dan tujuan yang mulia, kita tidak hanya sedang membangun sebuah bisnis, tetapi sedang membangun reputasi yang bernilai tinggi di mata masyarakat dan investor," tegas Rudi Sembiring Meliala.

Berikut adalah rincian lengkap dari Core Values I-N-B-I-S-N-I-S yang menjadi pilar utama dalam operasional harian perusahaan:

  • I - Integrity (Integritas) "Bicara jujur, bertindak benar." Penerapan: Berlaku mutlak bagi seluruh personel. Tidak ada toleransi untuk manipulasi dan/atau korupsi.
  • N - Noble Purpose (Tujuan Mulia) "Bekerja untuk memberi solusi, bukan sekadar mencari profit."
    Penerapan: Tiap divisi berpaku pada penanganan masalah yang bermakna bagi klien, tidak hanya semata mencari keuntungan perusahaan.
  • B - Brilliant Synergy (Sinergi Cemerlang) "Satu INBISNIS, Satu Kekuatan."
    Penerapan: Contoh: Divisi Media harus proaktif memajukan IdoTrip, dan Land Service harus mendukung pembangunan proyek 366Land. Tidak boleh ada ego sektoral.
  • I - Innovation (Inovasi) "Selalu ada cara yang lebih baik."
    Penerapan: Setiap Divisi harus terus memperbarui sistem, teknologinya dalam segala bidang, dan harus mengikuti tren terbaru.
  • S - Service Excellence (Pelayanan Prima) "Pelanggan adalah pusat dari segalanya."
    Penerapan: Senyum dan keramahan di setiap layanan yang dilaksanakan, ketepatan waktu serta service yang responsif.
  • N - Nimble (Lincah & Cepat) "Cepat beradaptasi, cepat mengeksekusi."
    Penerapan: Mengikuti Service Level Agreement (SLA) yang telah ditetapkan. Tidak menunda pekerjaan, terutama dalam pelayanan jasa terhadap klien.
  • I - Improvement (Perbaikan Berkelanjutan) "Hari ini harus lebih baik dari kemarin."
    Penerapan: Melakukan evaluasi rutin melalui rapat mingguan untuk peningkatan hasil dan kualitas layanan di setiap divisi.
  • S - Stewardship (Tanggung Jawab) "Setia, Disiplin, Sungguh-sungguh, mengelola aset perusahaan seperti milik sendiri."

Implementasi nyata dari kedelapan nilai ini tercermin dari bagaimana setiap unit bisnis di bawah bendera INBISNIS mampu berkolaborasi tanpa sekat ego sektoral, melahirkan eksekusi yang cepat, namun tetap mengutamakan kepuasan klien di atas segalanya.

General Manager INBISNIS, Prima Brahmana, menambahkan bahwa penyelarasan nilai ini menjadi kunci efisiensi dan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi dinamisnya pasar.

"Kekuatan terbesar kami di level operasional adalah kelincahan dan sinergi. Melalui 'The INBISNIS Way', kami memangkas birokrasi internal yang tidak perlu sehingga setiap divisi, baik media maupun properti, bisa bergerak gesit atau nimble sesuai SLA yang disepakati. Evaluasi berkala yang kami lakukan memastikan bahwa kami selalu setingkat lebih baik setiap harinya, demi memberikan pelayanan prima yang berpusat penuh pada kebutuhan pelanggan," tambah Prima Brahmana.

Melalui komitmen kokoh terhadap "THE INBISNIS Way", INBISNIS membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang melesat dapat berjalan selaras dengan kontribusi nyata yang solutif bagi masyarakat luas.

(Redaksi)

Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor pusat INBISNIS Group di Bali untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.

KORANBURUH.COM, JAKARTA – Pasar properti Indonesia terus menunjukkan tren positif pasca-pemulihan ekonomi, menjadikannya salah satu sektor paling menjanjikan bagi para investor. Pergeseran minat yang tidak lagi terpusat di kota besar memberikan peluang baru di berbagai kawasan potensial.

CEO INBISNIS, Rudi Sembiring Meliala, S.Th., M.H., menyoroti bahwa saat ini adalah momentum paling tepat bagi masyarakat dan investor untuk mengambil langkah strategis dalam kepemilikan aset. Menurutnya, pemahaman terhadap arah pembangunan dan tren pariwisata adalah kunci utama dalam meraih imbal hasil (yield) yang maksimal.

1. Desentralisasi Kawasan Investasi

Rudi Sembiring Meliala menjelaskan bahwa magnet investasi properti kini bergeser kuat ke kawasan pariwisata premium dan hub regional baru.

 “Kita melihat lonjakan minat yang signifikan tidak hanya di Bali, tetapi juga di destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo dan kawasan eksotis Sumba. Ekspansi pembangunan ke wilayah-wilayah ini membuka aksesibilitas yang berdampak langsung pada apresiasi nilai tanah,” ujar Rudi, Kamis (11/6).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa INBISNIS melalui Divisi Pengembangan, 366 Land, secara aktif memfokuskan ekspansi nasional untuk menangkap peluang di kawasan-kawasan berkembang tersebut, menghadirkan konsep hunian dan resort yang relevan dengan permintaan pasar modern.

2. Kepastian Hukum Menjadi Pondasi Utama

Sebagai seorang praktisi yang memiliki latar belakang magister hukum, Rudi Sembiring Meliala juga menegaskan pentingnya legalitas dan kepastian hukum dalam berinvestasi. Menurutnya, banyak investor potensial yang ragu karena khawatir akan sengketa atau ketidakjelasan izin.

“Investasi yang aman selalu dimulai dari tata kelola legal yang transparan. Kehadiran INBISNIS bertujuan untuk menjembatani hal tersebut, memberikan rasa aman dari sisi legalitas kepemilikan bagi para investor, baik untuk proyek komersial, vila, maupun akuisisi lahan,” tegasnya.

Integritas dalam berbisnis ini, menurut Rudi, sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan profesionalisme yang terus didorong dalam setiap lini operasional perusahaan.

3. Digitalisasi dan Pemberdayaan Mitra Mandiri

Selain dari sisi pengembangan fisik, INBISNIS juga mendorong akselerasi di sektor pemasaran properti melalui digitalisasi. Rudi mengungkapkan bahwa integrasi teknologi AI dan sistem otomatisasi kini menjadi standar operasional yang mempermudah calon pembeli dalam memvisualisasikan aset mereka.

Di sisi lain, ekspansi nasional INBISNIS juga dirancang untuk membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.

“Kami tidak hanya membangun properti, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan. Melalui target pembentukan puluhan ribu mitra bisnis independen di seluruh Indonesia, kami ingin masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku aktif yang meraup keuntungan dari industri properti ini,” tutup Rudi.

Dengan ekosistem layanan yang komprehensif dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan proyek, jaminan legalitas, hingga inovasi pemasaran digital, INBISNIS memantapkan langkahnya sebagai salah satu grup bisnis yang patut diperhitungkan dalam lanskap investasi properti nasional tahun ini. (Redaksi/ HS)

KORANBURUH.COM, JAKARTA – Pengajuan penyelenggaraan pameran kesempatan kerja (job fair) kini semakin mudah setelah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat fitur layanan pada platform SIAPkerja. Pembaruan ini dihadirkan untuk menyederhanakan proses pengajuan hingga penerbitan persetujuan dalam satu sistem digital yang terintegrasi.

Melalui laman jobfair.kemnaker.go.id, seluruh proses mulai dari pengajuan, verifikasi dokumen, hingga penerbitan surat rekomendasi atau persetujuan kini dapat dilakukan secara digital. Sistem ini dirancang agar proses berjalan lebih cepat, praktis, serta dapat dipantau secara real time.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, mengatakan digitalisasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang lebih modern, transparan, dan efisien.

“Pengembangan ini membuat proses pengajuan job fair menjadi lebih terintegrasi, cepat, dan transparan,” ujar Estiarty dalam siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (9/6/2026).

Ia menjelaskan, layanan ini dapat dimanfaatkan oleh instansi pemerintah maupun penyelenggara swasta. Kemnaker juga mengimbau agar setiap penyelenggara mengajukan permohonan melalui dinas yang membidangi ketenagakerjaan di kabupaten/kota melalui platform SIAPkerja pada fitur job fair.

Selain itu, penyelenggara diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan fitur SIAPkerja dalam pelaksanaan job fair, baik secara daring maupun hibrida.

Kemnaker menegaskan, penguatan layanan digital ini diharapkan dapat memperlancar penyelenggaraan job fair sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesempatan kerja di berbagai daerah.

"Mari manfaatkan layanan job fair untuk mendukung penyelenggaraan bursa kerja yang lebih efektif, transparan, dan modern,” ajaknya.

Sumber :Biro Humas Kemnaker

(Redaksi)

 

KORANBURUH.COM, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) membuka pendaftaran sertifikasi kompetensi bagi peserta Pemagangan Nasional (MagangHub) Perguruan Tinggi Batch 2 pada 8–19 Juni 20 26 melalui platform MagangHub. Program yang bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) ini memberi kesempatan kepada peserta untuk memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui dunia kerja.

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, mengatakan sertifikasi kompetensi merupakan instrumen penting untuk memastikan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang dimiliki peserta telah memenuhi standar yang dibutuhkan dunia kerja.

"Melalui sertifikasi kompetensi, peserta memperoleh pengakuan resmi atas kemampuan yang telah mereka bangun selama mengikuti program MagangHub. Sertifikat kompetensi menjadi bukti bahwa kompetensi yang dimiliki telah memenuhi standar yang dibutuhkan dunia kerja," kata Darmawansyah melalui Siaran Pers Biro Humas Kemnaker, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga mampu menunjukkan kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan industri. Karena itu, sertifikat kompetensi dapat menjadi nilai tambah yang meningkatkan kepercayaan dunia usaha dan dunia industri terhadap kemampuan calon tenaga kerja.

Untuk mengikuti sertifikasi, peserta terlebih dahulu melengkapi dokumen yang dipersyaratkan, antara lain foto, bukti persyaratan dasar, portofolio magang, serta dokumen pendukung lainnya apabila tersedia.

Setelah itu, peserta dapat memilih Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), skema sertifikasi, Tempat Uji Kompetensi (TUK), dan jadwal asesmen. Pendaftaran yang telah masuk akan melalui proses validasi sebelum peserta mengikuti asesmen kompetensi yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni hingga 22 Juli 2026.

Peserta yang dinyatakan kompeten akan memperoleh sertifikat yang diterbitkan oleh LSP sesuai skema sertifikasi yang diikuti. Sertifikat tersebut dapat diunduh secara elektronik melalui sistem yang telah terintegrasi paling lambat 10 hari setelah keputusan sertifikasi ditetapkan.

Informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan sertifikasi kompetensi bagi peserta MagangHub Perguruan Tinggi Batch 2 dapat diakses melalui platform resmi MagangHub Kemnaker di https://maganghub.kemnaker.go.id.

Sumber :Biro Humas Kemnaker

(Redaksi/ HS)

 

KORANBURUH.COM, JAKARTA – Di tengah derasnya arus informasi digital yang sering kali riuh namun minim substansi, masyarakat hari ini kian merindukan ruang diskusi yang jernih dan berbobot. Menjawab tantangan tersebut, Gerakan Transformasi Indonesia (GARANSI) hadir membawa angin segar melalui sebuah inisiatif berbasis edukasi publik.

Sebagai wadah perjuangan moral, intelektual, dan sosial, organisasi ini berkomitmen kuat untuk terus mendorong transformasi bangsa menuju Indonesia yang maju, adil, demokratis, dan bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Langkah konkret ini akan diwujudkan lewat peluncuran Program Podcast Mingguan GARANSI bertajuk “Mimbar Digital IKI Transformasi” pada Jumat, 12 Juni 2026.

Forum diskusi berskala nasional ini dirancang sebagai wadah bagi masyarakat sipil untuk mendalami berbagai isu krusial yang tengah menyita perhatian publik. Melalui pendekatan yang santai namun mendalam, podcast ini diharapkan mampu mengurai kompleksitas persoalan hukum, penguatan demokrasi, kebijakan publik, tata kelola negara yang bersih, hingga perlindungan hak-hak masyarakat adat serta keadilan sosial di tanah air.

Ketua Umum GARANSI, Rudi Sembiring Meliala, mengutarakan bahwa program ini bukan sekadar ruang obrolan biasa, melainkan sebuah ikhtiar untuk menghadirkan dialog publik yang kritis, edukatif, objektif, dan solutif. Guna menjaga kualitas dan independensi diskusi, setiap episodenya akan menghadirkan satu hingga dua narasumber terpercaya.

“Mulai dari kalangan akademisi, pakar hukum, praktisi, tokoh agama, aktivis, jurnalis, hingga pemerhati kebijakan publik akan duduk bersama mengupas tuntas realita yang terjadi di masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/6).

Menariknya, forum yang dijadwalkan tayang secara rutin setiap hari Jumat malam pukul 19.00 – 21.00 WIB via Zoom Meeting ini dikemas secara inklusif. Rudi Sembiring Meliala akan turun langsung bertindak sebagai moderator, memandu jalannya dialog interaktif yang mempertemukan para pakar dengan mahasiswa, relawan, tokoh masyarakat, serta publik luas. Dari sinilah kolaborasi gagasan diharapkan lahir, menciptakan efek bola salju bagi kesadaran hukum dan demokrasi di tingkat akar rumput.

Agar dampak edukasinya meluas dan tidak berhenti setelah ruang virtual ditutup, GARANSI telah menyiapkan strategi hilirisasi konten yang matang. Setiap episode dari target awal 12 episode selama tiga bulan pertama ini akan didokumentasikan dan dikembangkan ke dalam berbagai format publikasi modern. Masyarakat nantinya dapat menikmati rekaman video, video pendek, kutipan narasumber, ringkasan diskusi, serta catatan rekomendasi GARANSI terhadap isu nasional hingga artikel mendalam di situs resmi garansi.id yang siap menjadi referensi literasi digital.

Rudi Sembiring Meliala mengungkapkan bahwa untuk membangun sebuah mimbar digital yang konsisten dan berdampak luas tentu memerlukan sinergi serta dukungan dari berbagai pihak yang peduli pada masa depan bangsa. Oleh karena itu, GARANSI membuka ruang bagi para agensi, donatur, dan masyarakat luas yang ingin berpartisipasi memberikan dukungan moril maupun materil.

“Seluruh bantuan yang masuk akan dialokasikan secara profesional guna mendukung operasional teknis, mulai dari infrastruktur digital, proses produksi multimedia yang kreatif, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan yang berdampak nyata,” ungkapnya.

Menutup keterangannya, Rudi Sembiring Meliala menegaskan bahwa transparansi dan akuntabilitas adalah pilar utama dalam pengelolaan program ini. Setiap kontribusi dari para kolaborator akan dicatat, dikelola secara bertanggung jawab, dan dilaporkan secara berkala dalam bentuk laporan kegiatan yang terbuka.

“Melalui “Mimbar Digital IKI Transformasi”, GARANSI mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak sekedar menjadi penonton, melainkan bagian dari motor penggerak menuju Indonesia yang lebih bersih, adil, dan berintegritas,” pungkasnya.

(Redaksi/ HS)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

KORANBURUH.COM, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat sinergi untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus memperluas kesempatan kerja di sektor ekonomi kreatif.

Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dan Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (4/6/2026).Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut dibahas percepatan pelaksanaan Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Program Magang Nasional (MagangHub) sebagai bagian dari stimulus ekonomi sekaligus upaya menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif.

Sinergi kedua kementerian ini merupakan tindak lanjut dari kesepahaman bersama yang ditandatangani pada 13 Januari 2026. Kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalu i koordinasi teknis terkait program vokasi nasional pada 3 Juni 2026 serta penguatan program magang nasional.

Kolaborasi ini juga sejalan dengan visi Kabinet Merah Putih dalam menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar penciptaan lapangan kerja masa depan.

Menaker Yassierli menilai sektor ekonomi kreatif memiliki prospek besar sebagai salah satu sumber penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia.

“Sektor ekonomi kreatif, khususnya pada subsektor prioritas seperti film, gim, dan aplikasi, memiliki potensi serapan tenaga kerja yang sangat besar,” tegas Yassierli.

Menurut Yassierli, potensi tersebut perlu didukung melalui penguatan kompetensi tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang.

Untuk itu, Kemnaker siap berkolaborasi dalam menyusun kurikulum pelatihan vokasi yang dirancang secara spesifik guna mengakomodasi kebutuhan 17 subsektor ekonomi kreatif.

“Kami juga akan mendorong program reskillin g bagi pekerja ekonomi kreatif, termasuk mereka yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), melalui pemanfaatan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Selain itu, kami menyiapkan pelaku usaha ekonomi kreatif dan alumni perguruan tinggi untuk bergabung dalam program magang nasional,” tambah Yassierli.

Lebih lanjut, guna memastikan talenta kreatif Indonesia memperoleh pengakuan di tingkat nasional maupun global, Kemnaker berkomitmen mempercepat penyusunan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang ekonomi kreatif.

“Kemnaker juga akan memfasilitasi sertifikasi profesi bagi para pekerja ekonomi kreatif agar memperoleh pengakuan resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ujar Yassierli.

Sementara itu, Menekraf Teuku Riefky Harsya berharap pilot project kerja sama dengan Kemnaker pada semester II tahun 2026 dapat menjadi fondasi penguatan kolaborasi kedua kementerian hingga 2029.

“Kita matangkan dan fokus pada sektor animasi, film, fesyen, dan AI. Setelah itu, kita akan melakukan survei bersama para pemangku kepentingan, terutama BLK yang memiliki spesialisasi di bidang fesyen,” ujarnya.

Sumber :Biro Humas Kemnaker

(Redaksi)

Well, Silahkan tulis pendapatnya di kolom komentar ya.

KORANBURUH.COM, BALI – Dinamika lanskap ekonomi Indonesia di tahun 2026 menuntut paradigma baru dalam dunia bisnis dan investasi. Investor modern kini tidak lagi sekadar mencari aset yang menjanjikan keuntungan sesaat, melainkan sebuah sistem yang mampu memberikan kepastian hukum, keberlanjutan, serta pengelolaan yang profesional.

Menjawab tantangan tersebut, konsep investasi parsial dinilai sudah usang dan mulai bergeser ke arah pendekatan yang lebih holistik. Fenomena ini membuka ruang pertumbuhan baru bagi para pelaku usaha dan investor yang jeli melihat arah angin perubahan pasar global maupun domestik.

Melihat urgensi tersebut, INBISNIS GROUP hadir membawa terobosan dengan memperkenalkan Integrated Investment Ecosystem pertama di Indonesia. Sebagai perusahaan ekosistem investasi yang terintegrasi, entitas ini dirancang khusus untuk menjembatani kebutuhan pasar modern akan solusi investasi yang menyeluruh. Tidak berjalan sendiri-sendiri, ekosistem ini menyatukan berbagai sektor krusial mulai dari properti, legalitas, pengelolaan aset, hingga media, demi menciptakan nilai tambah jangka panjang yang lebih aman dan terukur bagi seluruh pemangku kepentingan.

Founder & CEO INBISNIS GROUP, Rudi Sembiring Meliala, mengungkapkan bahwa lahirnya ekosistem ini didasari oleh realitas di lapangan di mana banyak investor sering kali menghadapi jalan buntu setelah membeli sebuah aset. Sering terjadi benturan masalah legalitas yang rumit, kendala manajemen operasional, hingga minimnya eksposur pemasaran.

“Berangkat dari kegelisahan itulah, kami merumuskan konsep “One Stop Investment Solution” sebagai jawaban atas kompleksitas dunia investasi saat ini,” ungkap Rudi.

Dalam penjelasannya, Rudi Sembiring Meliala memaparkan ada enam lini bisnis utama yang saling mengunci dan memperkuat di dalam ekosistem ini. Gerbang utamanya dimulai dari INBISNIS Property (Investment Entry Gate), yang kemudian disokong oleh INBISNIS Management (Recurring Income Engine) dan INBISNIS Development (Asset Creation Engine). Untuk menjamin keamanan dan eksposur, ekosistem ini dilengkapi oleh INBISNIS Law Firm (Trust & Protection Engine), INBISNIS Media (Attention & Authority Engine), serta INBISNIS Tour (Traffic & Experience Engine). Integrasi inilah yang membuat roda bisnis berputar secara simultan dan berkelanjutan.

Pendekatan mutakhir ini menegaskan bahwa INBISNIS GROUP tidak bergerak sebagai unit usaha terpisah yang kaku, melainkan sebuah jaring laba-laba bisnis yang saling memperkuat. Visi besarnya adalah menjadi ekosistem investasi terpadu terdepan di Indonesia yang mampu mengawinkan potensi daerah dengan modal nasional maupun internasional. Melalui sistem yang profesional ini, investor tidak sekadar membeli sebuah objek atau properti fisik, tetapi secara otomatis masuk ke dalam sebuah sistem pendampingan sejak tahap awal akuisisi hingga operasional komersial.

Guna membawa dampak yang lebih masif ke seluruh penjuru Nusantara, pada tahun 2026 ini INBISNIS GROUP tengah agresif menjalankan strategi ekspansi nasional. Mengusung target ambisius untuk hadir di setiap kota dan kabupaten dengan target 20.000 mitra, perusahaan mengembangkan Branch Partner System dengan konsep Regional Investment Partner. Strategi ini menerapkan Hybrid Branch Model, sebuah kombinasi apik antara kantor cabang milik pusat dan cabang berbasis kemitraan regional yang menempatkan daerah sebagai aktor strategis pertumbuhan ekonomi setempat.

Lebih lanjut, Rudi Sembiring Meliala menjelaskan bahwa kantor pusat di Bali bertindak sebagai Ecosystem Command Center yang memegang kendali atas standarisasi SOP, strategi, legalitas, dan pusat media. Sementara itu, para Branch Partner di daerah berperan sebagai pengembang ekosistem lokal yang membangun hubungan erat dengan investor regional.

“Skema pertumbuhan terkendali ini (Controlled Expansion) sengaja dipilih agar ekspansi yang masif tetap berjalan selaras dengan kualitas layanan dan reputasi merek yang terjaga ketat,” lanjutnya.

Kekuatan model bisnis ini terletak pada diversifikasi pendapatan yang bersumber dari multiple revenue streams serta strategi recurring income. Pendapatan perusahaan tidak hanya bergantung pada transaksi satu kali, melainkan mengalir konstan dari komisi properti, jasa konsultasi, layanan hukum, manajemen hospitality, kontrak media, hingga ekosistem kemitraan daerah. Di samping itu, penguatan jaringan dilakukan melalui Strategic Partnership dengan bank nasional, notaris, perguruan tinggi, hingga instansi pemerintah untuk memperkokoh kepercayaan institusional.

Demi mendukung skala pertumbuhan nasional yang masif tersebut, manajemen internal pun mengalami transformasi besar dari founder-driven business menjadi system-driven company. Perusahaan membangun infrastruktur tata kelola korporat yang mencakup financial discipline, kepatuhan hukum, hingga sistem teknologi CRM yang mutakhir.

“Langkah ini sekaligus menjadi cetak biru IPO Ready Foundation, di mana standar perusahaan terbuka mulai diterapkan sejak dini demi mempersiapkan pondasi kokoh menuju pasar modal di masa depan,” paparnya.

Melalui peta jalan strategis ini, INBISNIS GROUP optimis dapat bertransformasi menjadi gerbang investasi terintegrasi berskala nasional maupun internasional. Menghidupi motto utamanya, “Success Belongs to Everyone,” Rudi Sembiring Meliala menekankan bahwa keberhasilan sejati adalah ketika pertumbuhan bisnis mampu memberikan dampak nyata dan kemakmuran bersama bagi investor, mitra, masyarakat, serta daerah.

Bagi Anda para investor, pelaku usaha, dan calon mitra strategis yang ingin mengamankan portofolio serta menjadi bagian dari gurita bisnis masa depan ini, pendaftaran dan informasi mendalam mengenai peluang ini telah dibuka secara resmi. Jangan lewatkan kesempatan emas untuk menelaah skema kemitraan daerah, proyeksi keuntungan, hingga peta jalan ekosistem ini secara utuh dan menyeluruh.

Dapatkan panduan lengkap serta proposal resmi Program Solusi Investasi Terpadu Indonesia Bersama INBISNIS atau menghubungi pusat layanan informasi INBISNIS GROUP sekarang juga, karena di tahun 2026, momentum terbaik hanya milik mereka yang bergerak cepat.

(Redaksi/ HS)

Page 1 of 3