Saturday, 05 September 2026 | Login
Dialog Sosial Kunci Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis di PT Indonesia Epson Industry

Dialog Sosial Kunci Wujudkan Hubungan Industrial Harmonis di PT Indonesia Epson Industry Featured

KORANBURUH.COM, JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menempatkan dialog sosial dalam membangun hubungan industrial yang harmonis saat memfasilitasi komunikasi antara manajemen PT Indonesia Epson Industry dan serikat pekerja agar setiap persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang terbuka dan berimbang. 

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan pemerintah hadir sebagai penengah yang membuka ruang komunikasi bagi seluruh pihak. Pendekatan itu diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan hak-hak pekerja, keberlangsungan usaha, dan kepastian iklim investasi.

"Dialog sosial adalah kunci utama dalam mengurai setiap dinamika hubungan industrial. Pemerintah hadir untuk memfasilitasi ruang diskusi yang konstruktif dan sejuk agar hak-hak normatif para pekerja tetap terlindungi secara adil," ujar Afriansyah saat berdialog dengan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI) PT Indonesia Epson Industry di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Afriansyah penyelesaian persoalan hubungan industrial di PT Indonesia Epson Industry ditempuh dengan mengedepankan musyawarah. Pendekatan tersebut dipilih agar setiap persoalan dapat dipahami secara menyeluruh sebelum diambil langkah yang sesuai.

Proses itu diawali melalui audiensi dengan Federasi Serikat Pekerja Global Indonesia (F-SPGI). Dalam pertemuan tersebut, serikat pekerja menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain mengenai pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dinamika organisasi serikat pekerja, serta penerapan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Setelah mendengarkan masukan dari serikat pekerja, Kemnaker memfasilitasi pertemuan yang mempertemukan perwakilan pekerja dan manajemen perusahaan. Forum tersebut menjadi wadah bagi kedua belah pihak untuk menyampaikan pandangan masing-masing sekaligus membangun pemahaman yang lebih utuh terhadap berbagai isu yang berkembang.

Dalam dialog itu, serikat pekerja menyampaikan pandangannya terkait prosedur dan lini masa pencatatan serikat pekerja. Sementara itu, pihak manajemen menjelaskan bahwa kebijakan yang diambil didasarkan pada hasil evaluasi kinerja perusahaan (business review).

Pembahasan juga mencakup tata kelola organisasi serikat pekerja agar tetap berjalan selaras dengan prinsip netralitas perusahaan. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan industrial yang sehat, saling menghormati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Melalui rangkaian dialog tersebut, Kemnaker memusatkan pembinaan pada peningkatan kualitas komunikasi antara pekerja dan manajemen, penguatan hubungan industrial yang berkelanjutan, serta pengawasan terhadap pelaksanaan norma ketenagakerjaan sesuai peraturan perundang-undangan.

Afriansyah berharap komunikasi yang terus terbangun dapat melahirkan kesepahaman di antara pekerja dan manajemen. Menurutnya, penyelesaian berbagai persoalan akan lebih mudah dicapai apabila seluruh pihak mengedepankan dialog dan saling menghormati.

"Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai, penyelesaian setiap persoalan diharapkan dapat ditempuh melalui solusi yang adil bagi semua pihak sekaligus mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan," pungkas Afriansyah.

Sumber :Biro Humas Kemnaker

(Redaksi)

 

Read 237 times

Related items

  • Menaker: Pemerintah Perkuat Pasar Kerja agar Kompetensi Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri

    KORANBURUH.COM, MAKASAR - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan pemerintah terus memperkuat pasar kerja agar kompetensi tenaga kerja semakin sesuai dengan kebutuhan industri.

    Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja Koordinator Nasional (Rakerkornas) XXXV Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (4/8/2026).

    Menurut Menaker, langkah ini ditempuh untuk mengatasi ketimpangan antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.

    "Pasar kerja saat ini yang dicari adalah keterampilan (skills), dan saya yakin APINDO juga mengamini bahwa Skills First adalah salah satu kunci agar kita tetap kompetitif," ujar Yassierli.

    Menurut Menaker, kebutuhan industri berubah semakin cepat, sementara ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai masih belum mampu mengimbanginya. Kondisi ini menyebabkan banyak perusahaan kesulitan memperoleh tenaga kerja yang dibutuhkan.

    Ia mengungkapkan, lebih dari 80 persen perusahaan di berbagai negara masih mengalami kesulitan mendapatkan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Di sisi lain, sekitar 36 persen pekerja mengalami mismatch, yaitu kondisi ketika kompetensi yang dimiliki tidak sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

    "Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa pendidikan formal dan kualifikasi akademis di atas kertas tidak lagi menjadi jaminan mutlak kompetensi nyata seseorang," katanya.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah berkomitmen beralih dari model lama menuju pasar kerja berbasis keterampilan, yaitu pendekatan yang menempatkan kompetensi sebagai pertimbangan utama dalam proses rekrutmen dan pengembangan tenaga kerja.

    Mengacu pada pandangan Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), pendekatan tersebut dibangun melalui dua langkah utama. Pertama, memperkuat pengembangan keterampilan melalui pembelajaran modular dan mikro kredensial sebagai bukti kompetensi yang lebih spesifik. Kedua, memperluas pengakuan atas keterampilan yang telah dimiliki seseorang melalui sistem Rekognisi Pembelajaran Lampau, sekaligus mendorong perusahaan menerapkan rekrutmen yang lebih mengutamakan keterampilan dibanding sekadar kualifikasi akademik.

    Ia berharap sinergi pemerintah dan dunia usaha, termasuk APINDO, dapat mempercepat terwujudnya pasar kerja yang mampu mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi tenaga kerja, sehingga meningkatkan daya saing nasional dan memperkuat ketahanan ekonomi di tengah fragmentasi global. (Redaksi)

    Sumber :Biro Humas Kemnaker

  • Ekspansi Nasional INBISNIS: Rudi Sembiring Meliala Ungkap Momentum Emas Investasi Properti di Indonesia

    KORANBURUH.COM, JAKARTA – Pasar properti Indonesia terus menunjukkan tren positif pasca-pemulihan ekonomi, menjadikannya salah satu sektor paling menjanjikan bagi para investor. Pergeseran minat yang tidak lagi terpusat di kota besar memberikan peluang baru di berbagai kawasan potensial.

    CEO INBISNIS, Rudi Sembiring Meliala, S.Th., M.H., menyoroti bahwa saat ini adalah momentum paling tepat bagi masyarakat dan investor untuk mengambil langkah strategis dalam kepemilikan aset. Menurutnya, pemahaman terhadap arah pembangunan dan tren pariwisata adalah kunci utama dalam meraih imbal hasil (yield) yang maksimal.

    1. Desentralisasi Kawasan Investasi

    Rudi Sembiring Meliala menjelaskan bahwa magnet investasi properti kini bergeser kuat ke kawasan pariwisata premium dan hub regional baru.

     “Kita melihat lonjakan minat yang signifikan tidak hanya di Bali, tetapi juga di destinasi super prioritas seperti Labuan Bajo dan kawasan eksotis Sumba. Ekspansi pembangunan ke wilayah-wilayah ini membuka aksesibilitas yang berdampak langsung pada apresiasi nilai tanah,” ujar Rudi, Kamis (11/6).

    Lebih lanjut, ia menekankan bahwa INBISNIS melalui Divisi Pengembangan, 366 Land, secara aktif memfokuskan ekspansi nasional untuk menangkap peluang di kawasan-kawasan berkembang tersebut, menghadirkan konsep hunian dan resort yang relevan dengan permintaan pasar modern.

    2. Kepastian Hukum Menjadi Pondasi Utama

    Sebagai seorang praktisi yang memiliki latar belakang magister hukum, Rudi Sembiring Meliala juga menegaskan pentingnya legalitas dan kepastian hukum dalam berinvestasi. Menurutnya, banyak investor potensial yang ragu karena khawatir akan sengketa atau ketidakjelasan izin.

    “Investasi yang aman selalu dimulai dari tata kelola legal yang transparan. Kehadiran INBISNIS bertujuan untuk menjembatani hal tersebut, memberikan rasa aman dari sisi legalitas kepemilikan bagi para investor, baik untuk proyek komersial, vila, maupun akuisisi lahan,” tegasnya.

    Integritas dalam berbisnis ini, menurut Rudi, sejalan dengan prinsip tata kelola yang baik dan profesionalisme yang terus didorong dalam setiap lini operasional perusahaan.

    3. Digitalisasi dan Pemberdayaan Mitra Mandiri

    Selain dari sisi pengembangan fisik, INBISNIS juga mendorong akselerasi di sektor pemasaran properti melalui digitalisasi. Rudi mengungkapkan bahwa integrasi teknologi AI dan sistem otomatisasi kini menjadi standar operasional yang mempermudah calon pembeli dalam memvisualisasikan aset mereka.

    Di sisi lain, ekspansi nasional INBISNIS juga dirancang untuk membawa dampak ekonomi langsung bagi masyarakat luas.

    “Kami tidak hanya membangun properti, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan. Melalui target pembentukan puluhan ribu mitra bisnis independen di seluruh Indonesia, kami ingin masyarakat tidak sekadar menjadi penonton, melainkan pelaku aktif yang meraup keuntungan dari industri properti ini,” tutup Rudi.

    Dengan ekosistem layanan yang komprehensif dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan proyek, jaminan legalitas, hingga inovasi pemasaran digital, INBISNIS memantapkan langkahnya sebagai salah satu grup bisnis yang patut diperhitungkan dalam lanskap investasi properti nasional tahun ini. (Redaksi/ HS)

  • "The INBISNIS Way": Mencermati Rahasia Budaya Kerja di Balik Melesatnya INBISNIS Group

    INBISNIS.ID, JAKARTA - Di tengah ketatnya persaingan dunia usaha modern, sebuah perusahaan tidak lagi hanya dinilai dari seberapa besar profit yang mereka hasilkan, melainkan dari fondasi nilai yang mereka pegang teguh.

    Fondasi inilah yang membentuk karakter, dedikasi, serta kualitas pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat dan para mitra bisnis. Bagi INBISNIS, ekosistem bisnis yang bergerak dinamis mulai dari Agen Properti, Management, Development, Law Firm, Tour & Travel, hingga layanan Media Online, keberhasilan tersebut berakar pada sebuah budaya kerja unik yang dikenal sebagai "THE INBISNIS Way".

    Bukan sekadar slogan pajangan di dinding kantor, "THE INBISNIS Way" adalah kompas moral dan operasional yang diakronimkan secara apik dari nama perusahaan itu sendiri: I-N-B-I-S-N-I-S. Budaya kerja inilah yang menyatukan ratusan talenta di dalamnya untuk bergerak dalam satu visi yang sama.

    CEO INBISNIS, Rudi Sembiring Meliala, mengungkapkan bahwa kekuatan utama perusahaan terletak pada kedisiplinan mengejawantahkan nilai-nilai ini di setiap tindakan nyata.

    "Budaya kerja bukan sekadar aturan tertulis, melainkan urat nadi dari setiap keputusan yang kita ambil. Di INBISNIS, kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis sangat bergantung pada kepercayaan. Ketika setiap personel bergerak dengan landasan integritas dan tujuan yang mulia, kita tidak hanya sedang membangun sebuah bisnis, tetapi sedang membangun reputasi yang bernilai tinggi di mata masyarakat dan investor," tegas Rudi Sembiring Meliala.

    Berikut adalah rincian lengkap dari Core Values I-N-B-I-S-N-I-S yang menjadi pilar utama dalam operasional harian perusahaan:

    • I - Integrity (Integritas) "Bicara jujur, bertindak benar." Penerapan: Berlaku mutlak bagi seluruh personel. Tidak ada toleransi untuk manipulasi dan/atau korupsi.
    • N - Noble Purpose (Tujuan Mulia) "Bekerja untuk memberi solusi, bukan sekadar mencari profit."
      Penerapan: Tiap divisi berpaku pada penanganan masalah yang bermakna bagi klien, tidak hanya semata mencari keuntungan perusahaan.
    • B - Brilliant Synergy (Sinergi Cemerlang) "Satu INBISNIS, Satu Kekuatan."
      Penerapan: Contoh: Divisi Media harus proaktif memajukan IdoTrip, dan Land Service harus mendukung pembangunan proyek 366Land. Tidak boleh ada ego sektoral.
    • I - Innovation (Inovasi) "Selalu ada cara yang lebih baik."
      Penerapan: Setiap Divisi harus terus memperbarui sistem, teknologinya dalam segala bidang, dan harus mengikuti tren terbaru.
    • S - Service Excellence (Pelayanan Prima) "Pelanggan adalah pusat dari segalanya."
      Penerapan: Senyum dan keramahan di setiap layanan yang dilaksanakan, ketepatan waktu serta service yang responsif.
    • N - Nimble (Lincah & Cepat) "Cepat beradaptasi, cepat mengeksekusi."
      Penerapan: Mengikuti Service Level Agreement (SLA) yang telah ditetapkan. Tidak menunda pekerjaan, terutama dalam pelayanan jasa terhadap klien.
    • I - Improvement (Perbaikan Berkelanjutan) "Hari ini harus lebih baik dari kemarin."
      Penerapan: Melakukan evaluasi rutin melalui rapat mingguan untuk peningkatan hasil dan kualitas layanan di setiap divisi.
    • S - Stewardship (Tanggung Jawab) "Setia, Disiplin, Sungguh-sungguh, mengelola aset perusahaan seperti milik sendiri."

    Implementasi nyata dari kedelapan nilai ini tercermin dari bagaimana setiap unit bisnis di bawah bendera INBISNIS mampu berkolaborasi tanpa sekat ego sektoral, melahirkan eksekusi yang cepat, namun tetap mengutamakan kepuasan klien di atas segalanya.

    General Manager INBISNIS, Prima Brahmana, menambahkan bahwa penyelarasan nilai ini menjadi kunci efisiensi dan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi dinamisnya pasar.

    "Kekuatan terbesar kami di level operasional adalah kelincahan dan sinergi. Melalui 'The INBISNIS Way', kami memangkas birokrasi internal yang tidak perlu sehingga setiap divisi, baik media maupun properti, bisa bergerak gesit atau nimble sesuai SLA yang disepakati. Evaluasi berkala yang kami lakukan memastikan bahwa kami selalu setingkat lebih baik setiap harinya, demi memberikan pelayanan prima yang berpusat penuh pada kebutuhan pelanggan," tambah Prima Brahmana.

    Melalui komitmen kokoh terhadap "THE INBISNIS Way", INBISNIS membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis yang melesat dapat berjalan selaras dengan kontribusi nyata yang solutif bagi masyarakat luas.

    (Redaksi)

    Amankan Posisi Portofolio Anda di Pasar Premium Indonesia Rasakan kejelasan dan kenyamanan berinvestasi melalui ekosistem yang matang. Hubungi kantor pusat INBISNIS Group di Bali untuk menjadwalkan sesi konsultasi strategis dan analisis portofolio eksklusif bersama tim pakar multidisiplin.